Tips Inteview Di Dunia IT

20 11 2008

Siapa bilang jaman sekarang ini cari kerja susah. Pada kenyataannya di koran-koran saat ini banyak ada lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi. Di mailing list head hunter atau lowongan pekerjaan juga setiap hari ditawarkan berbagai posisi yang lowong. Untuk karir di bidang TI sendiri saat ini masih terbuka lebar dan ini dikarenakan semua organisasi pasti membutuhkan tenaga TI untuk operasional bisnisnya.

Kesempatan berkarir di bidang TI memang masih menjadi favorit karena dunia TI menjanjikan masa depan yang cerah, baik untuk berkarir di perusahaan maupun juga mendirikan usaha sendiri. Tulisan kali ini kami akan mencoba berbagi beberapa tips interview pekerjaan di perusahaan TI. Mengapa penulis tertarik untuk menulis mengenai hal ini? Kunci dari suksesnya seorang kandidat untuk masuk ke perusahaan apapun, termasuk perusahaan TI sebenarnya ada tiga hal, yaitu:

  1. Skill yang bagus dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan
  2. Baik dalam merancang resume atau CV yang menarik
  3. Sukses berkomunikasi dan negosiasi ketika interview

Ketika Anda dipanggil interview oleh suatu perusahaan itu berarti Anda sudah sukses melalui tahap screening awal. Interview sendiri bentuknya bisa macam-macam. Ada yang lewat telepon ataupun juga face-to-face atau tatap muka langsung. Interview lewat telepon sering dilakukan jika keadaannya benar-benar urgent dan untuk mengetahui awal secara awal skill komunikasi yang dimiliki kandidat. Sekarang mari kita simak beberapa tips singkat seputar menghadapi interview pekerjaan khususnya dalam bidang TI.

1. Pahami dan kuasai core business perusahaan yang meng-interview Anda.
Begitu Anda mendapat panggilan interview dari suatu perusahaan TI, maka langkah awal yang sebaiknya Anda lakukan adalah melakukan riset mengenai seluk beluk perusahaan tersebut. Caranya mudah yaitu Anda bisa mengetahui profil perusahaan TI tersebut melalui situsnya di internet atau juga bisa bertanya ke rekan-rekan Anda mengenai perusahaan tersebut melalui instant messenger seperti Yahoo! Messenger atau MSN Messenger misalnya. Ini sangat penting karena kebanyakan para pelamar atau kandidat terkadang tidak paham dengan profil perusahaan. Padahal biasanya si pewawancara pasti menanyakan pertanyaan “Apa yang Anda ketahui mengenai perusahaan kami?”. Perusahaan terang saja lebih suka dengan kandidat yang minimal mengerti sedikit mengenai profil perusahaan yang dilamarnya. Dengan mengerti hal tersebut maka peluang Anda untuk maju lebih besar lagi. Di sisi Anda juga akan lebih menguntungkan karena akan memperlancar jalannya interview. Misalnya Anda dipanggil interview oleh Microsoft, maka Anda harus mengerti apa saja yang dikerjakan oleh Microsoft, apa saja produk-produk unggulannya dan lain sebagainya.
2. Pahami dan kuasai posisi pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan.
Ketika Anda melamar suatu posisi di bidang IT maka sebaiknya Anda harus paham dengan posisi yang ditawarkan, maksudnya dari sisi job description-nya secara global dan sedapat mungkin cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Misalnya saja perusahaan X membutuhkan programmer PHP yang mengerti database MySQL dan juga pengalaman dengan XML, maka sebaiknya Anda sudah harus berpengalaman dengan hal-hal tersebut dan lebih baik dijelaskan pula apakah pengalaman tersebut digunakan pada pekerjaan sebelumnya atau hanya pernah menggunakannya untuk kepentingan personal.

3. Update pengetahuan Anda mengenai perkembangan dunia TI.
Selain mengetahui secara teknis mengenai scope calon pekerjaan Anda di calon perusahaan yang baru, maka sebaiknya Anda juga mengerti mengenai tren seputar dunia TI. Si pewawancara terkadang menanyakan tren apa yang saat ini berkembang di dunia TI. Ini adalah nilai plus bagi Anda.

Demikian tips interview ketika melamar ke perusahaan TI, selanjutnya banyak biasanya pertanyaan yang umum seperti “Mengapa Anda keluar dari perusahaan yang sekarang?”. Ini mudah saja jawabnya, “Saya mencari benefit yang lebih bagus, pekerjaan yang lebih menantang dan juga pengalaman baru yang bisa menambah wawasan saya.”.

Jangan lupa pula siapkan perlengkapan umum, seperti ballpoint, karena mungkin saja ada formulir atau sesuatu yang harus dijelaskan secara tertulis. Selain itu jangan lupa juga berpakaian yang rapi, karena biar bagaimanapun dan diperusahaan apapun pasti menginginkan karyawannya berpenampilan rapi dan menarik.

Ketika Anda diberi kesempatan untuk bertanya, maka gunakanlah untuk bertanya berbagai hal yang Anda ingin tanyakan, misalnya seperti:

  • Pada industri apa saja client dari perusahaan ini?
  • Bagaimana prospek ke depan dari perusahaan ini?
  • Apa saja core business dari perusahaan ini?
  • dan lain sebagainya

Referensi

* Dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi.





Menentukan Harga Proyek

4 11 2008

Dalam dunia IT (khususnya dunia sistem informasi) banyak sekali cara menentukan harga sebuah aplikasi yang diterapkan oleh perusahaan jasa aplikasi ataupun freelance programmer. Ada yang memberikan harga per-paket, ada yang berdasarkan jumlah form, ada yang menentukan flat-price, ada pula yang menetukan berdasarkan rate per-jam atau per-hari.
Bagaimana sebuah kerja skill dihargai? Sedemikian sulit-kah menentukan harga sebuah aplikasi? Argumen apakah yang bisa diberikan seorang programmer dalam menentukan harga sebuah aplikasi? Ini adalah masalah klasik dalam dunia sistem informasi, khususnya bagi para freelance programmer.

Perhitungan Harga Penawaran
Berdasarkan obrolan dengan sesama freelance programmer dan juga dari pengalaman, saya mencoba merumuskan bagaimana memberi harga pada sebuah hasil karya skill. Sebenarnya ini bukan rumus mutlak. Tapi paling tidak merupakan satu cara menentukan harga aplikasi yang kira2 mungkin bisa diterapkan dan “cukup fair” yaitu dengan memakai formula:

HP = HT – (d x HT)

dimana: HT = [ R x W ] + K + M

HP = Harga penawaran sebuah aplikasi atau project aplikasi
HT = Harga total pekerjaan aplikasi
R = Rate per-hari atau per-jam dari seorang programmer dimana 1 hari = 8 jam kerja
W = Estimasi waktu amanya pengerjaan aplikasi/proyek
K = Harga konsep aplikasi
M = Harga material aplikasi.
d = prosentase potongan harga (discount) yang diberikan

Mengapa saya bilang “cukup fair”? Ini disebabkan karena dengan formula ini seorang programmer dituntut untuk bisa memberikan estimasi yang masuk akal dan cukup objektif akan hal2 seperti: seberapa objektif seorang programmer menilai skill aplikasi dan pengalamannya, berapa lama sebuah pekerjaan bisa diselesaikan, berapa harga sebuah konsep aplikasi atau perlu/tidaknya memberikan potongan harga kepada klien, dsb. Juga dikatakan “cukup fair” karena dengan menerapkan perhitungan ini, kedua belah pihak (programmer dan klien) diharapkan bisa melihat sisi objektif dari sebuah pekerjaan aplikasi. Calon klien tidak merasa dibohongi dan di sisi lain programmer juga tidak merasa bekerja rodi. :D

Menentukan Variabel2 Formula.
1. Rate (R)
Rate adalah harga perhari atau perjam yang ditentukan pada kemampuan seorang programmer dalam mengerjakan pekerjaan2 aplikasi. Besarnya bergantung pada skill yang dikuasai, pemahaman konsep aplikasi, pengalaman, portfolio, kredibilitas klien yang pernah ditangani, dsb.

Singkatnya R bergantung pada pengalaman dan jam terbang seorang programmer. Sebagai contoh seorang programmer yang menguasai seabrek software aplikasi mulai dari Delphi sampai program .Net, memiliki pemahaman konsep aplikasi yang dibuktikan dengan portfolio yang ditunjukkan, pernah bekerja di perusahaan sistem informasi terkemuka, berpengalaman menangani klien2 “wah” seperti Nokia, BMW, dsb, bisa dikategorikan sebagai highly priced programmer dengan rate misalnya Rp. 2.000.000/hari. Sementara seorang lulusan sekolah IT yang baru memiliki 2-3 portfolio dari perusahaan2 kecil bisa dikategorikan sebagai pemula dengan rate sekitar Rp. 100.000/hari. Disini, seorang programmer dituntut untuk mampu mengestimasi “nilai jual” dirinya berdasarkan faktor2 tersebut.

R bisa dihitung perhari ataupun perjam. Mengapa? Beberapa programmer menentukan rate/hari dengan alasan kemudahan perhitungan. programmer lain menerapkan rate/jam dengan alasan agar lebih gampang menghitung waktu untuk revisi. Sebenarnya ini sama saja. Seperti disebutkan di atas, 1 hari = 8 jam. Sekarang kembali kepada sang programmer untuk menghitung lamanya pengerjaan sebuah proyek aplikasi dalam hitungan hari (agar lebih sederhana) atau dalam hitungan jam agar lebih detail.
Tetapi ada satu hal lain yang harus dipertimbangkan. Ada kalanya rate/jam sangat sulit diterima oleh klien di Indonesia. Di negara2 maju dimana pekerjaan aplikasi sudah dihargai dengan baik, rate/jam mungkin bisa diterapkan dan diterima oleh calon klien. Ini karena profesi programmer sudah dianggap sejajarkan dengan pekerjaan jasa profesional lain seperti pengacara, dokter, dsb. Akan tetapi bila kita berbicara dalam ruang lingkup lokal, berdasarkan pengalaman saya, rate/jam sangat sulit untuk diterima oleh umumnya klien di Indonesia. Tapi bila seorang programmer merasa confident untuk menerapkan rate/jam untuk klien di Indonesia, well.. why not? ;)

2. Estimasi Lamanya Pengerjaan (W)
Estimasi lamanya waktu pengerjaan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah aplikasi/proyek aplikasi. Berkaitan dengan rate (R), waktu bisa dihitung dalam satuan hari ataupun jam. Sebagai gambaran, jumlah waktu pengerjaan 1 (satu) form tanpa konsep OOP (Obyek) tentu akan berbeda dengan jumlah waktu pengerjaan 1 (satu) form full OOP maupun ODMS.

Dalam menentukan jumlah hari ini programmer dituntut untuk reasonable dalam arti tidak mengada-ada dan masuk diakal. Sebagai contoh mengerjakan sebuah form simpel tentu tidak akan memakan waktu sampai 7 hari (56 jam), bukan? Bila programmer menetapkan variabel Rate (R) dalam satuan hari, variabel H tidak harus bulat, ia bisa bernilai 0.5 (setengah hari = 4 jam) hari atau 0.25 (seperempat hari = 2 jam).

3. Harga Konsep Aplikasi (K)
Yang agak rumit mungkin menentukan harga konsep aplikasi. Akan tetapi kita bisa mengira2 seberapa original dan brilyan-nya sebuah konsep aplikasi. Disinilah seorang programmer dituntut untuk bisa menguraikan konsep aplikasi yang ia tawarkan. Bukan hanya terbatas pada ide dan tampilan visual semata, tapi juga mencakup hal2 lain seperti ‘kredibilitas’, kestabilan aplikasi, sistem update dan backup database, bug report, pemilihan komponen, dsb.

Seorang teman programmer mengatakan bahwa ia juga menerapkan semacam perhitungan untuk menentukan harga K. Dalam kasus ini, harga K ditentukan dari berapa lama ia melakukan eksplorasi untuk mendapatkan ide dan menguraikannya menjadi sebuah konsep aplikasi dengan kata lain K=Rk x Wk (rate programmer dikalikan jumlah waktu eksplorasi). Rumit? Mungkin terlihat rumit, tapi sekali lagi, di negara2 maju (kebetulan teman saya tersebut pernah bekerja di luar negeri dan baru kembali ke Indonesia), ini merupakan hal yang wajar dan bisa diterima oleh klien.

4. Prosentase Potongan Harga (d)
Mungkin terkesan aneh bila diterapkan potongan harga untuk sebuah aplikasi/proyek aplikasi. Akan tetapi hal ini perlu dipertimbangkan bila seorang programmer menghadapi kasus dimana calon klien merupakan sebuah perusahaan besar dan menurut perkiraan memungkinkan terbentuknya long term relationship dan kontinuitas proyek. Dengan menerapkan discount, programmer bisa memberi alasan “proyek perkenalan” dimana sebagai awal long term relationship, sebuah aplikasi yang bagus diberi harga yang relatif murah. Bila memang tidak mau, programmer bisa memberi harga 0 (nol) untuk variabel ini.

5. Harga Material Aplikasi (M)
Harga material aplikasi adalah total harga pengadaan material untuk pekerjaan aplikasi yang mencakup harga Komputer server, perangkat external, pembelian lisensi additional software, fee copywriting. dan lain2
Sekarang mari kita lihat variabel mana yang nilainya bersifat fleksibel dan variabel mana yang bernilai tetap. Harga W yang pasti nilainya bersifat fleksibel karena bergantung dari skala proyek aplikasi yang dikerjakan. Harga M juga bersifat fleksibel karena bergantung dari harga pihak ketiga yang menyediakan material aplikasi (copywriter, komputer sever, perangkat external, dsb). Harga d juga bersifat fleksibel seperti telah diuraikan di atas.

Harga konsep (K) juga bersifat fleksibel. Masalahnya sekarang adalah cara menentukan harga tersebut. Seperti telah diuraikan di atas, ada beberapa programmer yang menetapkan nilai K dengan rumus K=Rk x Wk. Tapi ada juga programmer yang menetapkan nilai K tanpa menguraikannya seperti itu. K adalah sebuah nilai yang mencakup seluruh hal mulai dari eksplorasi, ide, konsep, dsb. Semata-mata karena pertimbangan kemudahan. Sebenarnya keduanya sama saja, itu hanyalah cara programmer untuk memberikan argumen yang tepat untuk harga sebuah kreativitas.

Bagaimana dengan variabel R?

Ada dua fenomena menarik. Beberapa programmer (dan juga agensi aplikasi) mematok harga R tetap dengan alasan bahwa harga tersebut adalah standar profesionalisme mereka. programmer dengan harga R tinggi harus bisa bekerja dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan programmer dengan harga R yang lebih rendah untuk sebuah hasil yang kualitasnya sama. Artinya klien yang menyewa programmer dengan R tinggi akan diuntungkan dengan waktu pengerjaan (W) yang lebih singkat/cepat bila dibandingkan dengan mempekerjakan programmer dengan harga R yang lebih rendah.

Disisi lain ada programmer yang lebih fleksibel dengan harga R yaitu dengan menentukan nilai R sesuai dengan kredibilitas ataupun skala perusahaan klien. Sebagai ilustrasi, programmer seperti ini memberikan nilai R yang tinggi kepada sebuah perusahaan multi-nasional yang memiliki aset milyaran dan memberi rate yang lebih rendah kepada perusahaan kecil berbudget rendah, misalnya.

Contoh berikut mungkin bisa lebih memperjelas:
Seorang programmer level menengah memberikan rate perhari sebesar Rp. 700.000/hari sesuai dengan skill, portfolio, pemahaman konsep dan pengalamannya kepada firma-hukum mid-size untuk mengerjakan Sistem ERP. Struktur website tersebut adalah sebagai berikut:

Struktur tersebut akan diterapkan dalam halaman2 berbasis Client-Server dengan tambahan features backup, Checking Machine and Porchase or Request Order di frontpage-nya dan aplikasi send data via xml untuk update. Estimasi pengerjaannya adalah 10 hari. Tampilan user friendly, look and feel serta alur sistem aplikasi dari sebuah aplikasi yang akan dibuat sangat sesuai dengan corporate image dari firma-hukum tersebut yang dibuktikan dengan mock-up yang telah dibuat. Untuk itu si programmer memberikan harga Rp. 3.000.000. Entry data untuk aplikasi disediakan oleh client, sehingga harga material = 0 (nol). programmer tersebut memutuskan memberikan discount sebesar 10% dari harga total dengan pertimbangan akan terjalin long term relationship dimana firma hukum tersebut nantinya mungkin juga akan membuat aplikasi custommer service message, dsb.

Dalam kasus ini, harga penawaran adalah sebesar:

HT= (700.000 x 10) + 3.000.000 + 0= 10.000.000
HP= 10.000.000 – (10% x 10.000.000)= 9.000.000

Jadi, harga penawaran yang diajukan adalah sebesar Rp. 9.000.000. Bila ternyata calon klien melakukan bargaining, programmer bisa bertahan dengan memberikan argumen bahwa secara konsep, aplikasi tersebut sangat cocok dengan corporate image perusahaan atau effort yang dikeluarkan untuk pengerjaan proyek memang cukup besar.

Kemungkinan besar, calon klien akan bersikeras melakukan bargaining terhadap harga2 variabel2 tersebut. Disini, programmer bisa memperkecil harga penawaran dengan menurunkan harga rate per-hari menjadi Rp. 650.000 misalnya, sehingga manjadi:

HT= (650.000 x 10) + 3.000.000 + 0 = 9.500.000
HP= 9.500.000 – (10% x 9.500.000) = 8.550.000

atau memperbesar prosentase discount menjadi 15%:

HT= (700.000 x 10) + 3.000.000 + 0 = 10.000.000
HP= = 10.000.000 – (15% x 10.000.000) = 8.500.000

Dalam contoh tersebut bisa dilihat bahwa sang programmer melakukan bargaining dengan menerapkan harga R yang fleksibel dengan tidak mengurangi waktu pengerjaan (W) berdasarkan pertimbangan2 tertentu misalnya load pekerjaan yang tinggi, dsb. Sementara programmer yang menetapkan fix rate R bargaining mungkin bisa dilakukan dengan memberikan discount atau mengurangi waktu kerja (W)

Formula tersebut saya rasa cukup general dan bisa dipakai untuk menentukan harga pekerjaan aplikasi lainnya dan tidak terbatas hanya pekerjaan sistem aplikasi. Sebagai contoh misalnya adalah sistem informasi monitoring kegiatan dosen. Secara teknis pengerjaan poster tersebut mungkin bisa dikategorikan sebagai mudah dan dapat diselesaikan dalam 1 minggu saja. Akan tetapi dengan client sekelas Code Gear, programmer bisa menetapkan rate per-hari (R) yang cukup tinggi. Ditambah lagi dengan konsep aplikasi yang original dan brilyan yang dilengkapi dengan plugin “Everything That Has a Beginning Has an End” mungkin variabel K bisa dihargai jutaan dollar.

Formula tersebut saya rasa cukup general dan bisa dipakai untuk menentukan harga pekerjaan aplikasi lainnya dan tidak terbatas hanya pekerjaan sistem informasi. Sebagai contoh misalnya adalah sistem informasi monitoring kegiatan dosen di atas.

Secara teknis pengerjaan sistem informasi tersebut mungkin bisa dikategorikan sebagai mudah dan dapat diselesaikan dalam 1 minggu saja. Akan tetapi dengan client sekelas Code Gear, programmer bisa menetapkan rate per-hari (R) yang cukup tinggi. Ditambah lagi dengan konsep aplikasi yang original dan brilyan yang dilengkapi dengan plugin “Everything That Has a Beginning Has an End” mungkin variabel K bisa dihargai jutaan dollar.

Contoh diatas adalah dalam kasus programming atau design database dilakukan oleh satu orang programmer yang sama. Namun formula ini juga bisa diterapkan untuk pekerjaan dimana programming atau design database dilakukan oleh orang2 yang berbeda. Jadi bila sebuah sistem informasi misalnya menyangkut juga pembuatan basis-data, programming dan microsystem, harga penawaran adalah akumulasi dari harga yang diajukan tiap2 team member yang terlibat di dalam pekerjaan tersebut.

Formula di atas bukanlah sebuah hal mutlak. Mungkin ada beragam cara penentuan harga aplikasi yang lain. Ini hanyalah salah satu cara dan penerapannya juga kembali kepada programmer yang besangkutan. Satu hal yang pasti, formula ini juga tidak akan menjamin diperolehnya sebuah pekerjaan/proyek aplikasi? :) Harus dibedakan disini antara menentukan harga aplikasi dengan mendapatkan proyek aplikasi. Deal akan sebuah pekerjaan aplikasi bergantung dari banyak faktor lain seperti relasi, tipe client, budget, kualitas aplikasi, dsb. Tidak ada jaminan bahwa dengan menerapkan formula ini sebuah proyek aplikasi pasti akan diperoleh. Akan tetapi, minimal seorang programmer memiliki dasar untuk menentukan harga sebuah aplikasi dan tidak hanya bisa bergumam sambil berkeringat dingin bila sang klien mempertanyakan dasar penentuan harga aplikasi yang ia tawarkan. :)





Kabar Matahari Bersinar 36 Jam pada 17 Oktober Hoax

16 10 2008

Pada tanggal 17 Oktober 2008, matahari akan terus menyinari kita selama 36 jam (1.5 hari). Dan selama itu Amerika dan tetangga2nya akan gelap 1.5 hari.Ini akan mengkonversi 3 hari menjadi 2 hari besar.Ini terjadi setiap 2400 tahun sekali.Kita beruntung dapat menyaksikan dan merasakannya,beri tahu teman2 yah..

Matahari & bumi (Foto: NASA)

Jangan percaya! Kabar mengagetkan di atas hanyalah kabar bohong.

Pesan menyesatkan tersebut menyebar sejak Senin kemarin melalui pesan singkat dari telepon selular sampai media chatting di internet. Alangkah fenomenalnya jika peristiwa itu benar-benar terjadi.

“Saya juga dapat SMS dari teman saya itu kemarin. Nggak ada itu, itu hoax, sering terjadi,” ujar Ketua Jogja Astro Club Mutoha ketika dikonfirmasi detikcom, Selasa (14/10/2008).

Menurutnya, tidak masuk akal kalau daerah tropis mengalami hal semacam itu. Kalau daerah kutub, baik Kutub Selatan maupun Kutub Utara, fenomena seperti itu biasa terjadi.

“Kalau di belahan selatan dan belahan utara,  kegelapan tidak hanya 36 jam bahkan beberapa bulan. Artinya, peristiwa setiap tahun berulang. Kutub Selatan tidak mengalami penyinaran Matahari selama 4 sampai 5 bulan, termasuk bulan ini,” papar dia.

Karena tinggal di daerah tropis yang dekat dengan garis ekuator, lanjut dia, maka panjang siangnya sama dengan panjang malamnya.

“Bumi berotasi 24 jam, jadi logikanya kalau 36 jam itu sudah kiamat,” tegasnya.(nwk/nrl)





YIntai on YM

23 08 2008

Berhubung masih banyak pertanyaan mengenai YIntai, di sini aku coba bantu buat temen2 yg mau coba2 Pake YIntai
pertama kali kita harus menggunakan YahooMessenger maximal Ver. 8.0.0.117 atau versi sebelom nya. klu ga punya silahkan click

YahooMessenger Ver. 8.0.0.711 (Rapid) : Download(http://rapidshare.com/files/45557156/YMsgr8.0.0-offline.exe)

1. uninstall YM n all Folder

2. putuskan hubungan koneksi internet

3. install YM Ver 8.0.0.711 atau YM Ver. yg sebelumnya (versi lama)

Note : klu ga punya jangan donlot dari Yahoo

4. install YIntai Ver.2.F

5. Sambukan koneksi

YINTAI 2.F

Rapidshare: Download(http://rapidshare.com/files/74369409/YIntaiSetup.rar)

SETTING

1 Siapkan minimal 5 Nick ID (ter Register di Yahoo) buat Sign In di YIntai

fungsinya : Jika Nick ID yg I minta permisi dan di Reject itu akan di gantikan Nick ID yg II dst sampai 5 ID itu bergantian minta permisi

usahakan 5 Nick ID tersebut mempunyai Password yg sama

2. Sign In Kelima Nick ID tersebut

3. Settingnya cari Menu : File – Preferences

setingan yg di refrensikan utk di pakai

A) Menu refres (lihat Preview)

B) Menu Webcam (lihat Preview)

4. add ID yg akan menjadi target Intai,

-. untuk mendapatkan ID YM yg menggunakan cam bisa di cari di Chat Room.

5. klu masih problem : “Such Intervace” gunakan cara di bawah ini.

Regist *.dll dari YCABBY : Download(http://rapidshare.com/files/73890611/YCABBY.exe)

- buat subfolder di : C:\Program Files\YIntai\YCabby

- Run “YCABBY (posisi internet terkoneksi)”

- pada toolbar “Store the file in the following folder :

- buat destination file nya di : C:\Program Files\YIntai\YCabby

- cick : Start

- biarkan runing sampai nanti ada penambahan Files ” *.dll ” dan di click OK semuanya

setelah selesai click (X) atau close

6. selesai

*Note :

Jangan sekali2 MengUPDATE YM anda. pastikan pada saat menginstall, koneksei In Net dlm kondisi Off Line.  Kl dapet mangsa, jangan lupa bagi2 aku ya :D





Bibit, Bebet, Bobot…bobok yuk!

7 02 2007

Ini adalah kutipan sebuah postingan milis yang saya ikuti dan oleh seseorang yang namanya sebenarnya cukup dikenal dalam komunitas itu secara penguasaan ilmu pada bidangnya.

* Saudara Heri Sutadi hanya disebut sebagai Pengamat Teknologi Informasi, dan bekerja di sebuah organisasi Sistem Informasi. Tidak jelas latarbelakang pendidikan formalnya dan praktek profesionalnya.

Kadang ya capek ngebaca postingan seperti ini, secara pribadi sih kalau emang menulis hal yang bagus dan objektif kenapa sih kita ndak bisa lapang dada menerimanya sebagai bahan evaluasi. Kenapa kalau ada satu tulisan yang sekiranya menyudutkan satu pihak tertentu jadi seperti budaya kita untuk langsung mencari hal-hal untuk menepisnya, bahkan sampai pada sisi yang sebenarnya sama sekali ndak ada sangkut paut dengan materi yang ditulisnya.

Apa salah kalau anak bajingan bicara soal shalat, mengagungkan Tuhan seperti layaknya seorang kiyai atau pendeta agung? Lha kalau memang isi materinya benar ya kenapa ndak menerima, bukan malah mencari-cari apa latar belakangnya karena sudah berani ngomong seperti itu. Apa bisa memastikan air yang ada dalam gelas itu rasanya pasti masam hanya karena gelas itu berwarna kuning oranye?

Padahal dah banyak banget kenyataan yang musti kita terima bahwa latar belakang ndak menentukan kualitas orang. Kalau bicara soal teknologi, ndak usah lah jauh-jauh dengan apa yg terjadi di luar sana. Sisi KPU sendiri yang sebenarnya jadi topik dalam postingan itu yang orang-orangnya punya nama dan latar belakang yang mentereng, ya nyatanya tetep bisa dikibuli oleh mahasiswa yang kuliahnya justru ndak ada kaitannya dengan ilmu komputer. Apa masih belum cukup-cukup jadi pelajaran kita untuk ndak memandang usul/argumen seseorang atas dasar latar belakang itu?

**sigh… -(





Jelek, Kangen banget :-(

7 02 2007

picture-138.jpgBerjauhan itu sungguh-sungguh ndak enak, banyak banget hal-hal yang sulit buat dipahami saat berjauhan seperti ini, kalau orang bilang ndak semua bisa diungkapkan lewat kata ya itu emang bener sih. Sebab dua mata yg saling bicara membawa makna dan arti yang jauh lebih dalam betapa rasa sayang yang ada dalam hati.Sampai saat ini ndak terasa hampir sewindu sudah kita bersama dan berbagi. Begitu banyak suka, duka, asa, riang, dan benci. Dan kali ini aku cuma ingin menuliskan lagi bait-bait coding yang dulu pernah saya implementasi di delphi, dengan MySQL, ditemani Compaq Presario, semilir angin memori windows yang meniup virtual ram, dan riang suara harddisk yang mengalir di bawah sana.





Your comment please

7 02 2007

Untuk semua rekan-rekan sesama praktisi IT, saya pernah membaca sebuah ulasan singkat tentang “Teknologi yang Tepat Guna“. Mungkin kalau ada ide atau barangkali komentar atas ulasan itu mari kita diskusikan.

Pemilihan teknologi yang semata-mata karena alasan “gampang dalam membangunnya” hanya akan memperlihatkan bahwa sistem yang dibangun di atas teknologi yang dipilih itu pun hanyalah sebuah sistem yang “gampangan” pula.

Ya… mudah-mudahan nantinya bisa menjadi wacana tambahan dan bermanfaat buat kita semua.





Saat…

7 02 2007

1. Saat ujian mata pelajaran sejarah, Anda berpikir bagaimana caranya mendapatkan “acces root” di lembar jawaban teman Anda yang kutu buku sejarah dan “mengcopy-pastekan” data-datanya ke directory lembar jawaban Anda. huehuehue..

2. Saat Anda melihat wajah Anda di cermin, Anda berpikir untuk mencari “shortcut Adobe Photoshop” di “dekstop” cermin Anda.

3. Saat ingin meminjam motor keren teman Anda untuk kencan dengan pacar baru Anda, Anda melakukan teknik “Social Enginering” pada nya bahwa motor anda saat ini sedang di bengkel, sedangkan Anda harus membeli obat untuk Adik Anda yang sedang sakit keras. huehueuhe..

4. Saat Anda berbicara mengenai komputer, Anda merasa ada getaran-getaran elektrik yang memicu adrenalin anda menjadi meningkat. Ini biasanya didefinisikan dalam bahasa ilmiah sebagai gejala “jatuh cinta”. Mungkinkah Anda telah jatuh cinta dengan Komputer???

5. Saat Anda mengetahui makna istilah Homo (ketertarikan antara lelaki dengan lelaki) dan lesbi (ketertarikan antara perempuan dan perempuan), Anda akan mencoba mencari istilah yang pas dalam Kamus Bahasa Indonesia yang mengartikan tentang ketertarikan antara manusia dan komputer, serta antara Hacker dengan Hacker.

6. Pada saat komputer Anda telah shutdown, Anda merasa Komputer milik Anda telah aman dari serangan para lamer. Anda juga membisikan pada komputer Anda “Selamat tidur, kita ‘pasti’ bertemu lagi” ketika Anda akan pergi berlibur keluar kota bersama keluarga Anda.

7. Saat Anda sekeluarga bersenang-senang di tempat liburan, Anda menyempatkan diri untuk mencari warnet terdekat dan menjalankan software remote ke komputer Anda di rumah, hanya sekedar untuk meyakinkan Anda bahwa tidak ada lamer yang masuk rumah Anda dan mencoba mengcrack komputer Anda.

8.
Pada saat Anda disidangkan karena mencuri ayam tetangga, Anda akan membela diri dengan membacakan Pasal-pasal Manifesto Hacker (”…Kalian membuat bom, kalian berperang, kalian membunuh, mencurang, dan berbohong kepada kami sambil berusaha meyakinkan kami bahwa ini adalah untuk kebaikan semua, namun kamilah yang jahat.

Ya, aku adalah seorang kriminal.

“Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku. Kejahatanku adalah menilai seseorang dari perkataan dan perbuatannya, bukan dari penampilannya. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tak akan kalian maafkan. ”

Aku adalah seorang hacker, dan ini adalah manifestoku.
Kalian bisa saja menghentikanku, namun kalian tak mungkin menghentikan kami semua …”)

Anda juga akan membuat pernyataan pembelaan diri di depan sidang “Saya bukan Lamer atau Wanna-be Hacker!, karena saya adalah Hacker semenjak sperma dan ovum menyatu dan ‘DILAHIRKAN untuk MENJADI Elite (31337)’” Namun Sang Hakim tetap memenjarakan Anda karena dia tahu kalau Anda bukanlah seorang Hacker tapi seorang Lamer yang kerjanya hanya merusak dan mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.Apalagi sampai mencuri ayam tetangga!!!

9. Setelah Anda membaca komik “Detective Conan”, sempat terlintas di benak Anda untuk melakukan sebuah “Kejahatan Sempurna” dengan “membunuh” komputer-komputer pemerintah, karena Anda berhipotesis bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan kehendak Anda, dan para birokrat pemerintahan telah “memenjarakan” bakat Anda dan teman-teman hacker Anda di bidang IT. Tapi saat itu tidak Anda lakukan karena Anda bukanlah orang jahat.

10. Anda mengirimkan sms cinta ke pacar anda dengan isi:
<?php
$Setia = “Kamu Selalu setia dan sayang padaku”;
$bosan = “Kamu sudah bosan dan tak sayang lagi padaku”;
If ($setia and !$bosan) {
print (”Aku akan menjagamu dan menyayangi dirimu sepanjang hidupku”);}
?>

—-> Saat anda bertanya “mengapa penulis tidak melengkapi script di atas dengan operator else ?”
====> Ya iyalah!!! mana ada cewek yang bisa bosan dan tidak mencintai orang ganteng dan rajin menabung kaya si penulis

ini?? Jawaban si cewek pasti bernilai “BENAR” dalam memenuhi kondisi “if”. wekwekewkwek

11. Pada saat virus flu burung mulai menginfeksi masyarakat Indonesia maupun dunia karena banyak yang belum meng-update Anti-virus mereka dengan baik, Anda akan menganalisa bagaimana virus tersebut sampai bisa menembus sistem keamanan tubuh manusia. Ternyata virus flu burung itu melakukan “ping attacking” melalui pernafasan manusia dan “meng-hack root” manusia melalui “port” hidung dan mulut sehingga tubuh akan kehabisan “resource” dan kemudian “hang”. Untuk itu akan “mengupdate anti-virus” anda dan men-setting Firewall anda untuk melakukan filterisasi di “port” hidung dan mulut Anda dengan menggunakan MASKER.

12. Ketika Presiden George W. Bush bertandang ke Indonesia, Anda tidak ikut-ikutan berunjuk rasa dengan para demonstran atau para “PC Zombie” yang kebanyakan di jalankan oleh para “Politic’s Black Hat”. Saat anda berpikir kalau hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia masih kurang baik dalam membentengi pikiran dan hati mereka dengan “Anti-virus dan Anti-Spyware” sehingga kurang lebih 90% masyarakat Indonesia telah terinfeksi oleh “virus, trojan, spyware, dsb”. (Saya menyarankan Anda untuk mendownload freeware Anti-Virus dan Anti-Spyware yang bernama “Iman” di situs:
“http://WWW.HanyaTuhanYangBerkuasaMenghakimi.Yang/Jahat/dan/Yang/Baik”.

13. Anda yang seorang hacker sejati dan sudah mengupdate emosi dan pemikiran Anda serta telah memakai kacamata tebal “Scanning tool” akan mulai menscan inti permasalahan dan “syntax error”nya, lalu mencoba menemukan “bugs”nya kemudian melakukan patching. Dan Anda akan berpendapat bahwa tidak ada yang diuntungkan oleh “syntax error” ini. Di pihak Bush ataupun Amerika, merasakan kepedihan yang sangat besar ketika ribuan orang amerika tewas dalam serangan “Osama bin laden” 11 september dengan menabrakan pesawat “trojan” ke “server” WTC Amerika. Begitu pula pada negara-negara Timur-tengah khususnya “server” Irak yang menelan korban tidak sedikit pula pada saat Amerika melakukan serangan balik dengan “men-deface web-web pemerintahanya”, dan menyatakan bahwa mereka sedang dalam menjalankan misi menangkap para “Script Kiddies” yang belum “pantas” untuk mengembangkan “Nuclear Cracking Tool”. Dan masih banyak lagi kerugian yang ditimbulkan akibat “crash” antara pihak satu dan yang lainya.
* Oleh karena itu, marilah para hacker sebangsa dan setanah air…( beuh! kayak bung Karno ama bung Hatta aja ) Kita ikut bergotong royong dan bersatu untuk menganalisa “Syntax error ataupun crash” ini dengan mencoba “meng-install ulang” emosi kita supaya segala kekacauan dan kerusakan pada “System registry” dapat diperbaiki. Kita hapus semua kesalahpahaman ini dengan sama-sama mengetikan “rm -r Kebencian” lalu tekan tombol [ENTER]…tanpa saat.

***Hackerkah Anda? Pernahkah Anda mengalami kasus yang sejenis dengan kasus di atas?

%%% /Whois me? Aku bukankah Hacker (mantan hacker yang sekarang butuh duit untuk hidup), bukan Cracker,bukan juga Script kiddies, apalagi Lamer, Aku hanyalah Aku dari kumpulannya yang terbuang. Aku hanyalah Larva yang akan selalu menjadi Larva yang selamanya akan terus mengejar Kupu-kupu. dan takan mungkin menggapainya sebab untuk selamanya Larva takkan dapat menangkap Kupu-kupu sampai Kupu-Kupu itu Mati bersamaan dengan kematianku.