Benarkah Delphi Sudah Mati?

Kasak-kusuk bahwa Delphi akan mati kiranya hampir mendekati kenyataan. Masa sich? Semua ini bermula sejak pencipta Delphi, Anders Hejlsberg, hengkang ke Microsoft! Beberapa spekulasi mulai muncul, baik yang positif maupun yang negatif. Termasuk juga hengkangnya salah satu Senior R&D Borland, Paul Gross, juga ke Microsoft.

Dan yang lebih mengejutkan lagi pada tanggal 8 Pebruari 2006, Borland menyatakan bahwa akan menjual produk IDE nya karena mereka fokus ke ALM (Application Lifecycle Management). IDE yang dijual termasuk: Borland Developer Studio (Delphi®, C++Builder® and C#Builder®) dan semua produk JBuilder®.

Selanjutnya 5 September 2006, Borland akhirnya menyerah juga dengan adanya IDE gratis dari Microsoft (MS Visual Studio) dan Sun Java (Netbeans, Eclipse dan Java Studio Creator), dengan cara merelease juga Turbo Delphi/C++/C# versi Explorer secara gratis, sementara versi Professional hanya sekitar USD 400, sebelumnya harga BDS (Borland Developer Studio) mencapai ribuan dollar.

Hal ini tidaklah mengejutkan, karena IDE Java dan Microsoft Visual Studio berkembang luar biasa. MS mencoba menahan laju Java dengan cara menggratiskan IDE nya, akhirnya “pelanduk juga yang mati”. Fenomena gratis ini sebenarnya akal-akalan saja, sebab di dunia ini tidak ada yang gratis 100%, pasti ada harga yang harus dibayar. Trik gratis ini hanyalah dipakai untuk menarik orang-orang dari negara biasa (bukan negara maju). Umumnya negara maju sudah menerapkan system komputer, sehingga lahannya sudah habis. Sedangkan negara berkembang, apalagi miskin, mau memakai teknologi tetapi mencari yang gratis.

Akhirnya, trik marketing berbicara juga, memang softwarenya gratis tetapi tidak untuk: service, maintenance, training dan support. Hal ini sudah terbukti pada beberapa software seperti Redhat Linux yang semula gratis akhirnya memecah produk mereka menjadi: Redhat (RH) Linux dan Fedora Core (FC), di mana RH bayar dan FC gratis, tetapi tidak gratis untuk masalah service, training dan sebagainya! Demikian juga dengan SUSE Linux, MS Visual Studio, Java, MySQL dan sebagainya.

Mau gratis? Kalo demikian, coba pikir, siapa yang membayar gaji karyawan Sun Java, MS dan Borland? Emangnya duit turun dari langit. Demikian negara berkembang dan miskin, mudah sekali diarahkan dengan trik marketing. Makanya, jangan sepelekan ilmu marketing, ingat: orang IT bisa membuat program dengan harga 1 juta tetapi orang marketing bisa menjualnya dengan harga hanya 100 ribu tetapi keuntungannya mencapai 100 juta!!!

2 thoughts on “Benarkah Delphi Sudah Mati?

  1. kliknij 24 Mei 2013 pukul 6:07 am

    zbliżył się do
    Mariszki, cofnęła się, usiłując równocześnie utrzymać kliknij śpiwór oraz śrutówkę.
    Udało
    się tylko i wyłącznie ze śrutówką. Wszystko solidarnie zarechotali.
    Z wyjątkiem niziołka, jego przedtem
    cokolwiek nie śmieszyło. Komandos podrzucił lufę peemu.

    Hecklerkoch, zawitało do Froda. Owe taki Specnaz, w charakterze ze
    mnie… Nie dokończył
    teorii. Pierścieniowa osłona muszki MP-5 rozcięła skór.

  2. Agus 3 Mei 2014 pukul 11:55 pm

    Sedikit koreksi, redhat semenjak versi awal sudah ada 2 versi, yaitu gratis dan enterprise. Fedora baru muncul akhir2 saja, lanjutan dari project red hat yg gratisan setelah diabaikan dan vendornya fokus ke enterprise. Sedangkan microsoft, gratisnya ide hanya untuk versi express, itu pun dengan fungsi terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: