Makna Shalat…

Kata shalat dalam bahasa Arab merupakan sebuah ungkapan yang mempunyai makna dan cita rasa yang sangat tinggi sebagai anugerah Allah yang terbesar bagi umat manusia. Shalat, baik bentuk maupun ucapannya, merupakan pencapaian evolusi tertinggi dari usaha panjang manusia dalam rangka pencarian kesejatian fitrah dirinya. Banyak sudah usaha manusia untuk menyingkap kepada siapa sebenarnya (hakikinya) diri ini harus bersandar, harus bermohon, harus berharap, harus kembali, harus segala-galanya…. Praktek-praktek ibadah dan penyandaran diri penganut agama-agama besar dunia ataupun hanya sekedar kepercayaan seorang petani kecil sederhana dibalik bukit ketidaktahuannya tak lain hanyalah bagian sejarah tak terpisahkan dari usaha panjang pencarian manusia akan ujung penciptaannya. Tapi syukurlah, perjalanan panjang itu sepertinya diakhiri oleh Allah lewat sebuah bentuk penghambaan dan pemujaan yang sangat sederhana, yaitu shalat. Shalat adalah titik akhir perjalanan itu. Karena shalat itu sendiri adalah hasil dan oleh-oleh dari ujung perjalan Rasululllah saat bertemu dan berjumpa dengan Tuhan tatkala beliau di isra’kan dan di-mi’raj-kan oleh Tuhan.

Dalam surat Al Baqarah ayat 45 diatas, Allah secara terus terang dan lugas menyatakan bahwa sabar dan shalat adalah dua sarana tertinggi manusia untuk minta hidayah, minta pertolongan, minta petunjuk kepada-Nya. Disini Allah secara tegas menyatakan bahwa shalat semata-mata hanyalah kebutuhan esensial kita saja. Shalat itu bukanlah sebuah kewajiban manusia untuk menyembah Allah karena ketakutan kita terhadap siksa-Nya. Dengan shalat, kita dibawa kepada kesadaran bahwa pertolongan dan petunjuk dari “selain Allah” (baca ciptaan-Nya) dalam bentuk apapun menjadi sangat kecil dan tidak berarti apa-apa. Bagaimana bisa ciptaan-Nya tersebut memberikan pertolongan kepada kita, bahkan untuk menolong diri mereka sendiri mereka tidak mampu.

Akan tetapi, ada apa gerangan hambatan-hambatan dalam shalat itu, sehingga Allah dari awal sudah menyampaikan peringatan dini-Nya, “hati-hati kalian wahai manusia, karena shalat itu adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit (lakabiiratun) untuk dilaksanakan”. Namun sayang sekali bahwa sangat sedikit kita yang peduli dengan peringatan dini Allah ini. Karena memang kalau dilihat sepintas lalu, apa susahnya sih shalat itu. Bentuk gerakan-gerakannya, seperti berdiri, rukuk, sujud, dan duduk sudah jelas. Baca-bacaannya tinggal dihapal dan dibaca, baik dengan dimengerti artinya atau tidak. Oleh sebab itu sebagian besar kita dengan gampang mengabaikan saja peringatan dini Allah itu, kecuali bagi orang-orang sadar dan sensitif.

Orang yang sentitif akan selalu bertanya-tanya, saat shalatnya tidak membuahkan hasil yang diharapkan seperti yang dijelaskan di dalam Al Qur’an. Saat mana dia tidak merasakan bahagia, tidak fresh, tidak tenang sehabis melaksanakan shalat, walaupun shalatnya sudah berulang-ulang kali, maka saat itu akan muncul pertanyaan-pertanyaan dan penyesalan di relung hatinya. Kenapa realitas shalat berbeda antara harapan dengan kenyataan..??. Ada apa gerangan yang salah dalam shalat saya…??. Anasir apa yang menyebabkan tidak benarnya shalat saya ini…??. Lalu sampai kemana pun orang-orang ini akan berusaha mencari dan mencari obat agar shalatnya menjadi sebagaimana mestinya.

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: